Ankersen52Mortensen

Ankersen52Mortensen

Ankersen52Mortensen


Contoh Majas & Pengertian 2017

Pelajaran pelajaran Kode Indonesia yang terdapat pada kurikulum yang lama mau pun baru sangatlah banyak, salah satunya ialah materi majas. Akur, majas merupakan materi yang cukup terkadang dibahas sejak jenjang tuntunan SD, SMP, hingga level SMA/SMK. Pengertian majas ialah bahasa indah yang dipakai untuk merapikan susunan kalimat yang urusan akhirnya adalah untuk menyalin efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak / pendengarnya, elok secara lisan maupun tertulis. Perihal sebutan majas di pelajaran Bahasa Indonesia benar2 cukup banyak, seperti yang terdapat di dalam puisi, pantun, dan hikayat ataupun kreasi lainnya.

Selain itu, siap pengertian ataupun definisi lain yang melukiskan tentang majas, yakni pemanfaatan gaya kaidah untuk menyalin nuansa tertentu sehingga menobatkan kesan tanda kata yang lebih imajinatif. Berbicara mengenai contoh jenis-jenis majas menyerupai, Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Figuratif dan lain-lain adalah hal penting bagi Anda yang ingin menelaah lebih tersendiri salah satu pelajaran dari kesayangan pelajaran Kaidah Indonesia pada sekolah itu. Gaya kaidah yang cantik dan memikat tentunya dengan membuat di setiap pembacanya merasa tertarik untuk menyimaknya, bahkan sampai seringkali.

Penggunaan majas yang elok dalam memproduksi sebuah puisi ataupun nasihat menjadi tata mutlak apakah tulisan itu menarik ataupun tidak. Oleh sebab itu juga, kebolehan yang baik dalam bercakap-cakap mutlak diperlukan bagi Anda yang ingin mendalami wilayah penulisan, entah itu novel, puisi, ataupun pantun. Jadi perbanyaklah merapikan beragam struktur bahasa pada pikiran dan tulisan Anda di jurnal setiap harinya supaya pegiat Anda tambah terlatih untuk membuat majas dengan model yang memukau. Sesuai beserta tema saat kesempatan kali ini, berikut Espilen Blog sampaikan contoh majas, dan macam-macamnya beserta pengertiannya.

Macam Siasat Majas
Dengan garis besar, majas dapat dibedakan menjadi 4 golongan maupun kelompok. & dari empat macam-macam majas tersebut, masing-masing mempunyai tiruan dan macam kategori yang akan Espilen Blog bahas dibawah berikut.

Majas terdiri atas:

--> Majas Perbandingan
--> Majas Pertentangan
--> Majas Sindiran
--> Majas Penegasan

Sehabis diatas aku membahas mengenai jenis dan macam-macam majas yang terdapat dalam tahap berbahasa Nusantara. Dibawah ini akan dijelaskan secara nyata bagaimana takrif majas ini beserta itu juga kita berikan misalnya, referensi berikut kami temukan dari Wikipedia.


A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan signifikansi dan pula pengaruhnya tentang pendengar maupun pembaca. Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbuka atas:

1) Asosiasi ataupun Perumpamaan
Majas asosiasi / perumpamaan ialah perbandingan terhadap dua hal yang sepatutnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penerapan kata laksana, bagaikan, sebagai, seperti, dan laksana. Dibawah ini Espilen Blog sampaikan contoh majas gabungan:

Contoh:
Semangatnya keras bagaikan baja.
Mukanya pucat bagai mayat.
Wajahnya kuning bersinar bagaikan tarikh purnama

2) Metafora
Permisalan adalah majas yang menurunkan ungkapan berdasar pada langsung berbentuk perbandingan analogis. Pemakaian pertuturan atau keluarga kata tak dengan arti yang sebenarnya, melainkan guna lukisan yang berdasarkan skala atau patokan, misalnya tumpuan dalam kata2x pemuda merupakan tulang punggung negara. Contoh majas metafora sebagaimana berikut ini.

Contoh:
Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
Raja siang keluar dari ufuk timur
Jonathan adalah kadar kelas bumi.
Harta karunku (sangat berharga)
Dia dianggap anak emas majikannya.
Perpustakaan adalah gudangnya ilmu.

3) Personifikasi
Personifikasi ialah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa serasa mempunyai hati seperti pribadi.

Contoh:
Badai mengamuk & merobohkan wisma penduduk.
Ombak berkejar-kejaran ke tepi rantau.
Peluit wasit menjerit jenjang menandai konklusi dari pertentangan tersebut.

4) Alegori
Konotatif adalah Memberitahukan dengan cara lain, menjalani kiasan atau penggambaran.
Metaforis: majas patokan yang kusut satu & yang yang lain dalam kesatuan yang utuh.

Contoh: Teman hidup sebagai nahkoda, Istri serupa juru mudi
Konotatif biasanya maujud cerita yang penuh dengan simbol-simbol mengandung moral.

Rupa:
Perjalanan kehidupan manusia laksana sungai yang mengalir menjejaki tebing-tebing, yang kadang-kadang susah ditebak kedalamannya, yang suka menerima segala sampah, & yang saat akhirnya keluar ketika selaras dengan laut.


5) Simbolik
Simbolik ialah majas yang melukiskan substansi dengan
mempergunakan benda, satwa, atau tumbuhan sebagai logo atau lambang.

Contoh:
Ia terkenal serupa buaya darat.
Griya itu hangus dilalap si jago merah.
Ia adalah seorang bunga tanah air
Bunglon, semboyan orang yang tak mengasa
Melati, markah kesucian
Tunjung, lambang pengorbanan

6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan petunjuk atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan jasad tersebut. Pengungkapan tersebut berupa penggunaan sebutan untuk jasad lain yang menjadi titel, ciri khas, ataupun atribut.

Tiruan:
Di kantongnya selalu terselib gudang gusar. (maksudnya sigaret gudang garam)
Setiap pagi Ayah selamanya menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
Abi pulang daripada luar zona naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok
Sinekdok merupakan majas yang menyebutkan bagian untuk mengirim benda dengan keseluruhan ataupun sebaliknya. Majas sinekdokhe berisi atas 2 bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu mengumumkan sebagian untuk keseluruhan.
Tiruan:
(a) Terlintas detik tersebut ia belum kelihatan pokok kayu hidungnya.
(b) Per oknum mendapat Rp. 300. 000.
b) Totem pro parte, yaitu merencanakan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Pada pertandingan kesimpulan bulu tangkis Rt. 03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya silam nanti.


8. Simile:
Pengungkapan dengan pedoman eksplisit yang dinyatakan secara kata depan & penghubung, diantaranya layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat", "bak", bagai".

Rupa:
Kau bak air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa pula.


B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyarankan pertentangan secara yang dimaksudkan sebenarnya per pembicara / penulis secara maksud untuk memperhebat atau meningkatkan aksen dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antagonisme
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan berarti.

Contoh:
a) Tua plonco, besar yuwana, ikut memeriahkan festival itu.
b) Rendah kaya, mempesona buruk bertumpu saja dalam mata Yang mahakuasa.


2) Polaritas
Paradoks adalah majas yang mengandung polarisasi antara ketentuan dan fenomena yang terdapat.

Contoh;
a) Aku ngerasa sendirian dalam tengah kota Jakarta yang hiruk-pikuk ini.
b) Hatiku mengaduh di sentral hingar damat pesta yang sedang berlangsung ini.


3) Hiperbola
Majas hiperbola ialah majas yang berupa pernyataan berlebihan atas kenyataannya dengan maksud melepaskan kesan mendalam atau mohon perhatian.

Tiruan:
a) Suaranya menggelegar menguraikan angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.


4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan mulai kenyataannya secara mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk mengebawahkan diri.

Contoh:
a) Makanlah seadanya cuma dengan nasi dan uap putih selalu.
b) Kenapa kamu bertanya pada sosok yang pongah seperti aku
ini?


C. Majas Persetujuan
Majas Patokan ialah temberang berkias yang menyatakan persetujuan untuk memajukan kesan & pengaruhnya tentang pendengar atau pembaca”. Majas penegasan berisi atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme ialah majas yang menggunakan kicauan secara penuh dengan prinsip menegaskan definisi suatu tanda.

Contoh:
a) Semua siswa yang dalam atas mudah-mudahan segera susut ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan siaran pesawat tempur.


2) Tautologi
Repetisi merupakan majas iterasi kata-kata sebagai penegasan.

Tiruan:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita terima pahlawan aku, marilah kita sambut kekasih kita, marilah kita terima putra warga.


3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang lazimnya ada dalam puisi.

macam macam majas Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah tata tertib
Cinta adalah rela berkorban


4) Tautologi
Tautologi merupakan majas penegasan dengan mengulang beberapa kolam sebuah kata dalam 1 buah kalimat beserta maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.

Contoh:
a) Bukan, sungguh, bukan ini maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran selalu.
b) Sewajarnya sebagai saki kita tampak rukun, damai, dan bersaudara.


5) Pucuk
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal dengan berturut-turut dan makin lelet makin mumbul.

Contoh:
a) Semua kelompok mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua pun mengikuti pertandingan Agustusan.
b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, terlebih Presiden sungguhpun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi sesuatu pribadi seseorang.


6) Antiklimaks
Antiklimaks merupakan majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lambat semakin berkurang.
a) Oknum sekolah, ketua, staff sekolah, dan siswa juga tampil dalam perjamuan perayaan kelulusan itu.
b) Di negeri dan tanah air hingga pojok kampung segala orang merayakan HUT RI ke -62.


7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa perkataan tanya tapi tak merindukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Kaca:
a) Omongan siapa pedoman bisa didapat cukup secara sekolah standar saja?
b) Apakah itu orang yang selama tersebut kamu bangga-banggakan?


D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang menyarankan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi sebagai:

1) Ironi
Ironi ialah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan postulat untuk menginsinuasi seseorang.

Kaca:
a) Itu baru namana siswa versi, setiap hari selalu rujuk malam.
b) Bagus sekaligus tulisanmu, saking bagusnya hingga tidak siap Aku baca.


2) Sinisme
Sinisme merupakan majas yang menyatakan parodi secara langsung kepada orang2 lain

Contoh:
a) Perkataanmu tadi luar biasa menyebalkan, bukan pantas diucapkan oleh orang terpelajar laksana dirimu.
b) Lama-lama saya bisa jadi miring melihat watak lakumu yang bukan wajar tersebut.


3) Sarkasme
Sarkasme merupakan majas parodi yang paling kasar. Majas ini lazimnya diucapkan sambil orang yang sedang marah.


Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, hilang kamu!
b) Dasar kerbau dungu, pikulan begini pula tidak mampu!

Bagaimana, sudah biasa paham sungguh apa itu majas serta jenis-jenisnya? Ada baiknya Anda menelaah lebih di materi ini, karena benar2 sering keluar di kesayangan pelajaran Bahasa Indonesia dalam berbagai kategori pendidikan. Demikianlah informasi yang bisa Espilen Blog bagikan kali ini mengenai Pengertian Majas, Contoh & Macam-macam Majas Lengkap. Tidak lupa juga memahami Takrif Demokrasi untuk menambah pengertian Anda kian jauh.